Friday, 16 March 2018

#TM5Sabtu170318 Karakteristik Middlemen (Tabel)



Karakteristik Middlemen (Tabel)


Merchant Middlemen
Functional Middlemen
Regular Wholsaler
-Full-function
-Membeli barang dalam jumlah banyak
-Perusahaan dimiliki sendiri
-Menerima pengiriman barang di satu atau lebih Gudang
Selling Agents
-Melayani klien sebagai pengganti organisasi penjualan
-Dikontrak untuk menghasilkan satu atau lebih produsen selama tidak bersaingsecara langsung
-Sasarannya prusahaan kecil
-Berfungsi sebagai kolektor, analis, dan dispenser data pemasaran
-Digaji berdasarkan komisi
Industrial Distributor
-Full-function
-Pelanggan dilayani berdasarkan sifat persediaan yang terjual
-Pelanggan membeli barang untuk dikonsumsi atau diproses lebih lanjut
-Pedagang berasal dari perusahaan manufaktur, utilitas umum, pertambangan, otomotif & perusahaan jasa
Manufacturers Agents
-Bertindak sebagai pengganti penjualan langsung
-Dipekerjakan secara kontraktual
-Usaha yang relative kecil
-Wilayah geografisnya terbatas, memiliki sedikit control atas harga, diskon dan persyaratan kredit
-Mewakili sejumlah produsen yang menghasilkan garis yang tidak kompetitif namun terkait
Drop Shippers
-Limited-function
-Komoditas seperti batu bara, kayu, bahan bangunan, produk pertanian, dan mesin berat
-Tidak ada Gudang
-Bertanggung jawab atas kepemilikan barang sampai diterima oleh pelanggan
-Berfungsi sebagai perantara pedagang di keseluruhan saluran distribusi.
Commission Merchants
 -Jarang digunakan secara kontraktual
-Terlibat dalam transaksi tunggal untuk memfasilitasi barang-barang tertentu
-Mengambil alih kepemulikan
-Menyediakan fasilitas pergudangan
-Memberikan kredit untuk memfasilitasi penawaran yang baik dan mempercepat penutupan transaksi
Cash and Carry Wholesalers
-Limited-function
-Beroperasi secara tunai
-Ditemukan di perdagangan bahan makanan
-Melayani pengecer kecil yang ukuran pesanannya tidak cukup besar
-Tidak mempekerjakan tenaga penjualan
Brokers
-Berfungsi sebagai agen katalitik pembeli dan penjual yang memiliki banyak kesulitan dalam bertemu untuk negosiasi
-Mengatur hubungan antara kedua kelompok
-Bekerja pada sebuah perusahaan yang menjalankan aktifitas usaha jual beli saham dan bekerja sesuai dengan etika bursa
Wagon Distributors
-Limited-function
-Dimanfaatkan oleh perdagangan bahan makanan
-Mengkhususkan pada item khusus dengan margin tinggi
-Tidak selalu pasti memiliki Gudang
-Transaksi tunai
Auction Companies
-Perusahaan lelang dalam pemasaran buah, tembakau dan peternakan
-Memberikan pengaturan fisik yang kondusif untuk memasarkan banyak komoditas yang ditawarkan
-Fasilitas tersedia sesuai dengan komoditas yang ditawarkan
-Dibayar oleh penjual dengan biaya tetap per transaksi
Rack Jobbers
-Full-function
-Barang dagangan non-makanan
-Melakukan fungsi pengendalian stok untuk memastikan bahwa rak display cukup lengkap, sesuai harga, dan diatur dengan cara yang menarik
-Salesman menyediakan jasa toko kelontong
-Umumnya akan menjadi rotasi saham
-Retailer biasanya ditagih hanya membayar barang dagangan yang dijual sejak kunjungan terakhir
Petroleum Bulk Stations
-Menyediakan penyimpanan dan distribusi grosir untuk industri perminyakan
-Dimiliki oleh perusahaan penyulingan
-Dapat dimiliki oleh perusahaan penyulingan dan dioperasikan atas dasar sama dengan cabang penjualan pabrikan
-Dimiliki dan dioperasikan secara independen
Assembling Wholesalers
-Komoditasnya produk pertanian
-Membeli hasil dari petani kecil
-Merakit dan memberi nilai pada produk
-Mengirim dalam jumlah ekonomis ke pasar sentral
-Menjual dalam jumlah lebih tinggi daripada sewaktu membeli


Semi Jobbers
-Split-function
-Beroperasi di tingkat grosir dan eceran
-Pemasok otomotif
-Untuk mendapatkan harga yang lebih rendah






Referensi: Bowersox, Donald J., Manajemen Logistik: Integrasi Sistem-Sistem Manajemen Distribusi Fisik Dan Manajemen Material.

Saturday, 10 March 2018

#TM4Sabtu100318 Post-Modern Channel

KAI ACCESS

KAI Access adalah Official Mobile Application dari PT. Kereta Api Indonesia untuk memudahkan customer dalam mendapatkan informasi dan melakukan pemesanan tiket kereta api secara online dimanapun dan kapanpun. Calon Penumpang dapat melakukan pemesanan tiket kereta api untuk waktu keberangkatan H-90 hari sampai dengan 3 jam sebelum keberangkatan KA. Calon Penumpang juga dapat melakukan preorder menu makanan restorasi KA via KAI Access.
Dilengkapi dengan fitur pengingat perjalanan membuat calon penumpang tak ketinggalan kereta.
Tak perlu repot cetak boarding pass di stasiun cukup unduh e-Boarding Pass mulai dari 2 jam sebelum keberangkatan kereta via KAI Access. 
Internet Reservasi
Pemesanan tiket melalui internet yaitu dengan membuka situs resmi PT KAI (Persero) dengan alamat kai.id atau pada Mobile Application yang dapat di download pada smartphone untuk waktu keberangkatan H-90 hari sampai dengan 3 jam sebelum keberangkatan KA.
Calon penumpang cukup memilih stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal keberangkatan dan jumlah penumpang melalui web tersebut
Setelah mengisi data diri sesuai identitas, calon penumpang akan mendapatkan kode pembayaran yang dapat dibayarkan melalui channel pembayaran sebagai berikut:
-Pembayaran melalui ATM Bank (waktu pelayanan 24 jam)
-Pembayaran melalui Minimarket dan Payment Point
-Dan pembayaran lainnya
Setelah pembayaran calon penumpang akan mendapatkan notifikasi melalui email, kemudian tukarkan dengan tiket KA atau boarding pass di stasiun terdekat.

Referensi:
https://kai.id/corporate/passenger_services/2
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kai.kaiticketing&hl=in

Saturday, 3 March 2018

Perbandingan J.Co Donuts dengan Dunkin' Donuts (Hasil Diskusi Kelompok Antonov)

Kami dari Kelompok Antonov kelas S1-MLM E diberikan tugas oleh Dosen Mata Kuliah Manajemen Material, Bapak Paul Sipoh Hutauruk, A.Md, SE, MH. untuk membuat perbandingan antara dua produk. Dan kelompok kami memilih untuk membandingkan J.Co Donuts dengan Dunkin' Donuts. Dan berikut inilah hasil diskusi kelompok kami.

Sejarah Singkat J.Co Donuts dan Dunkin’ Donuts

1.    J.Co Donuts





J.Co Donuts adalah restoran dan waralaba yang mengkhususkan dalam penjualan donat, yogurt beku dan kopi. Perusahaan didirikan dan dimiliki oleh Johnny Andrean Group. J.CO Donuts & Coffee didirikan tahun 2006.



2.    Dunkin’ Donuts





Dunkin' Donuts adalah restoran dan waralaba makanan internasional yang mengkhususkan dalam donat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1950 oleh William Rosenberg di Quincy, Massachusetts. Dunkin Donuts sekarang ini merupakan restoran donat terbesar di dunia, dengan hampir 7.000 restoran, kios pengantaran-ambil ke luar di lebih dari 35 negara. Dunkin' Donuts hadir di Indonesia untuk pertama kalinya pada awal tahun 1990-an. Saat ini, Dunkin' Donuts sudah dapat ditemui mudah di kota-kota besar di seluruh Indonesia.


Perbandingan antara J.CO Donuts dan Dunkin’ Donuts untuk jumlah 2 pcs

No
JCO Donuts
Dunkin’ Donuts
1
Jco Donuts adalah produk dari Indonesia
Dunkin’ Donuts adalah produk dari Amerika Serikat
2
Harga JCO Donuts Rp15.000
Harga Dunkin’ Donuts Rp 20.000
3
Ukuran JCO Donuts lebih tipis
Ukuran Dunkin’ Donuts lebih tebal
4
Jco lebih lembut dan empuk
Dunkin lebih padat dan mengenyangkan
5
Varian topping lebih banyak jco
Varian topping tidak sebanyak jco
6
Packaging menggunakan box
Packaging menggunakan paper bag

·         Dari Segi Negara Asal Produk: JCO Donuts adalah produk yang berasal dari Indonesia sedangkan Dunkin’ Donuts adalah produk yang berasal dari Amerika Serikat.
·         Dari Segi Harga: JCO Donuts lebih murah dibandingkan dengan Dunkin’ Donuts. Harga untuk 2 pcs JCo Donuts yaitu Rp 15.000 sedangkan harga untuk 2 pcs Dunkin’ Donuts  yaitu Rp 20.000.
·         Dari Segi Bentuk : Ukuran JCO Donuts lebih tipis, sedangkan Dunkin Donuts lebih tebal.
·         Dari Segi Texture: J.Co Donuts lebih lembut dan empuk dibanding Dunkin' Donuts yang lebih padat dan mengenyangkan.
·         Dari Segi Varian Topping: J.Co lebih banyak varian/rasa yaitu ada 28 macam topping, sedangkan Dunkin' Donuts hanya ada 9 macam topping.
·         Dari Segi Packaging: JCO Donuts menggunakan box sehingga lebih higienis dan aman karena sudah food grade, dan juga JCO Donuts lebih tertata rapi sehingga bentuk donuts tetap terjaga. Sedangkan Dunkin’ Donuts menggunakan paper bag kurang higienis dan bentuk donuts tidak terjaga karena donuts  tertumpuk.
Pertanyaan untuk Kelompok Antonov:
Menurut kelompok Antonov dari segi packaging  lebih menarik JCO Donuts atau Dunkin’ Donuts? Jelaskan alasannya!
Jawab: Menurut kelompok kami dari segi packaging lebih menarik JCO Donuts, karena lebih simple dan higienis dengan menggunakan box food grade,. Sedangkan untuk packaging Dunkin’ Donuts menggunakan paper bag. Paper bag tersebut menyerap minyak sehingga membuat paper bag menjadi coklat dan itu menandakan bahwa paper bag tersebut kurang cocok untuk makanan.

Referensi:


#TM3Sabtu030318 Distribution Channel. Descriptive Institutional Approach


1. Middlemen
  • Merchant Middlemen
Regular Wholesalers
Layanan/reguler grosir yang mengoperasikan perusahaan dengan full-function. Biasanya perusahaan tersebut dimiliki secara independen dan menangani barang-barang konsumen. Perusahaan grosir reguler membeli dalam jumlah besar dari produsen dan pabrik, menerima pengiriman di satu atau lebih gudangnya, memecah dan menyimpan pembeliannya, mengirimkan tenaga penjualannya untuk menyerap perdagangan, mengumpulkan pesanan dalam jumlah yang relatif kecil, menawarkan layanan konsutasi kepada pelanggannya, dan memasok pemasaran informasi kepada pelanggan dan pemasok. perusahaan grosir reguler mendominasi sebagai sumber pasokan eceran dalam banyak barang konsumsi massal yang terdistribusi secara massal.

  • Functional Middlemen
Manufacturers Agents
Mereka bertindak sebagai pengganti penjualan langsung, merupakan perusahaan yang relatif kecil mereka berbeda dari agen penjualan karena tidak menjual keseluruhan hasil dari klien mereka, terbatas pada geografis tertentu, dan memiliki sedikit kontrol atas harga, diskon, dan persyaratan kredit. Agen produsen atau perwakilan biasanya mewakili sejumlah produsen yang menghasilkan garis yang tidak kompetitif namun terkait.

2. Contoh Perusahaan
  • Regular Wholesalers: LotteMart Wholesale
  • Manufacturer Agents: PT. Honda
3. Penjelasan Kegiatan
  • Regular Wholesaler: Distributor yang membeli barang dalam jumlah besar langsung dari pabrik atau produsen dan menjualnya kepada pedagang kecil
  • Manufacturer Agent: Perusahaan ini mengirim hasil produksinya seperti motor atau mobil ke dealer (agen) sebagai perantara perdagangan yang bertugas untuk menjualkan hasil produksi perusahaan tertentu. Dealer dapat langsung mendistribusikan unit kendaraan kepada konsumen melalui salesman atau menggunakan showroom sehingga konsumen bisa datang dan memilih sendiri unit kendaraan yang diinginkan. Biasanya perusahaan akan mendapatkan potongan harga (komisi) sebanding dengan nilai barang yang dijual. 
4. Perbandingan Kedua Perusahaan
Kalau di LotteMart Wholesale, mereka dapat menjual langsung produk yg mereka beli dari produsen kepada retailer, tetapi kalau PT Honda mereka hanya memproduksi namun yg menjual adalah perantaranya (Dealer) kepada konsumen.

5. Kesimpulan
Di LotteMart Wholesale mereka membeli barang dalam jumlah banyak langsung dari produsen lalu langsung dijual kepada retailer, tetapi PT Honda mereka hanya memproduksi lalu mereka mengirim produk yang mereka buat ke perantara lalu perantaranya yang menjual hasil produksi dari PT Honda tersebut melalui salesman/showroom.

Refrensi:
http://eprints.uny.ac.id/28107/1/AmaliaRahmah_128081013420.pdf
http://annisacaca01.blogspot.co.id/2016/10/individual-task-management-distribution.html
http://www.lottemart.co.id/about

Saturday, 24 February 2018

STMT Trisakti

Sejarah STMT Trisakti

Tahun 1970 STMT Trisakti dikenal dengan nama Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti. Kemudian dengan Keputusan Mendikbud No.0332/O/1985 tanggal 27 Juli 1985 berubah menjadi Akademi Administrasi Udara Niaga Trisakti.

Selanjutnya berdasarkan Keputusan Mendikbud No.0860/O/1986 tanggal 6 Desember 1986, status dan nama lembaga ini ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti disingkat STMT Trisakti.

Ketika itu STMT Trisakti mengelola 2 (dua) jenjang pendidikan, yaitu: a. Jenjang Pendidikan D.III b. Jenjang Pendidikan D.IV. STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma IV untuk Program Studi Manajemen Transpor Darat (D.IV MTD), berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor : 0895 / O / 1986 tanggal 29 Desember 1986.

STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III untuk Program Studi Manajemen Transpor Laut (D.III MTL), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 481/DIKTI/Kep/1993 tanggal 13 Agustus 1993, dengan Status TERDAFTAR.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 18/DIKTI/Kep/ 1998 tanggal 26 Januari 1998, Program Studi Diploma IV (D.IV) berubah menjadi Program Studi Strata 1 (S.I) Manajemen, dengan konsentrasi :
  • Manajemen Transpor Udara (MTU)
  • Manajemen Transpor Darat (MTD)
  • Manajemen Transpor Laut (MTL)
Pada tahun 1998, STMT Trisakti memperoleh izin menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III Program Studi Manajemen Logistik dan Material (D.III MLM), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 194/DIKTI/Kep/1998 tanggal 15 Juni 1998, dengan Status Terdaftar.

Pada tahun 2005, STMT Trisakti memperoleh izin operasional untuk penyelenggaraan Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Transportasi dan Logistik berdasarkan surat DIKTI No. 646/D/T/2005 tanggal 3 Maret 2005.


Sampai saat ini, Sekolah Tinggi Manajemen Trisakti Terus berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Alasan Memilih Kampus STMT Trisakti

Alasan saya memilih kampus STMT Trisakti adalah karena kakak kandung saya lulus dari kampus ini dan sekarang kerja di perusahaan Logistik yang lumayan bagus. Juga kebetulan karena saya tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang saya minati sewaktu itu. Akhirnya keluarga saya merekomendasikan kampus ini, jadilah saya masuk kampus ini.

Alasan Memilih Jurusan Manajemen Logistik & Material

Alasannya itu simple saja sih karena menurut saya dan keluarga, kalau di bidang logistik itu bisa mencakup semuanya (darat, laut dan udara) tidak hanya fokus di satu bidang. Dan prospek kerjanya pun luas dan menjanjikan, karena saat ini Ilmu Logistik sedang banyak diperlukan diberbagai perusahaan.

Rencana Setelah Lulus ingin Bekerja dimana & dibidang apa

Saya berencana setelah lulus dari STMT Trisakti sambil mendaftar kerja di perusahaan saya ingin mencoba mendaftar beasiswa Pascasarjana untuk kuliah di luar negeri (Inggris), sambil menunggu panggilan kerja. Dan untuk bekerja, cita-cita saya ingin menjadi PNS di Departemen Perhubungan, karna saya ingin bekerja di pemerintahan. Unuk bidangnya saya ingin menjadi Staff Ahli Bidang Multimoda dan Kesisteman Perhubungan. Untuk alternatifnya, jujur saja saya masih memikirkan dan mencari-cari perusahaan yang bagus dan cocok dengan saya.

#TM2Sabtu240218 Fungsi Saluran Distribusi

Secara umum, ada dua jenis saluran yaitu:
1. Saluran Distribusi Fisik, berhubungan dengan aspej fisik dari produk, termasuk semua metode, sarana dan bagian dari produk atau dari produsen. Produk yang dikirim secara fisik melalui saluran ini, untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan, factory outlet, toko ritel atau bahkan rumah pelanggan.
2. Saluran Distribusi Perdagangan atau Transaksi, ini berhubungan dengan aspek nonfisik dalam produk dari titik asal mereka ke titik konsumsi.


  • Produsen Langsung ke Konsumen

Saluran pemasaran langsung adalah saluran distribusi yang paling sederhana dan terpendek, dan tidak memiliki tingkat perantara. Saluran ini bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran directselling, yang terdiri dari produsen yang menjual langsung ke konsumen akhir. Produk yang disesuaikan untuk pelanggan tertentu dan yang dipesan melalui katalog atau iklan surat kabar adalah contoh barang yang biasa didistribusikan melalui saluran ini.


  • Produser ke Pengecer ke Konsumen

Saluran ini mengandung satu atau lebih tingkat perantara, yang disebut sebagai saluran pemasaran tidak langsung. Produsen mengirimkan barang sendiri langsung ke toko ritel besar, yang kemudian menjual produk ini ke pengguna akhir. Secara umum, saluran ini cocok untuk produsen yang mendistribusikan produknya dalam ukuran TL.


  • Produser ke Wholesaler ke Retailer ke Konsumen

Beberapa produsen kecil tidak mengizinkan mereka mendistribusikan produk mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka mengandalkan layanan distribusi khusus pedagang grosir, yang memasok sejumlah besar pengecer. Juga cocok untuk pengecer kecil yang tidak mampu membeli produk dalam jumlah banyak.


  • Produser via 3PL atau Broker ke Retailer ke Konsumen

Penyedia layanan distribusi pihak ketiga dan pialang perantara lainnya memasok produk pabrikan ke toko ritel. Penggunaan penyedia 3PL telah meningkat seiring distribusi produk menjadi lebih mahal dan lebih rumit. Perundang-undangan yang terus berubah dan peraturan dan peraturan yang ketat mengenai distribusi produk dapat membenarkan meningkatnya kebutuhan akan penyedia layanan distribusi pihak ketiga, perusahaan yang ahli dalam bidang distribusi dan pergudangan, serta fungsi logistik lainnya.


  • Produser melalui Broker ke Wholesaler ke Retailer ke Consumer

Saluran ini merupakan saluran distribusi fisik dengan tiga perantara. Saluran ini mirip dengan saluran sebelumnya kecuali produsen diwakili oleh pialang yang mengantarkan produk mereka melalui pedagang grosir. Secara umum, broker mungkin mewakili baik produsen atau pedagang grosir dengan mencari pasar barangnya atau dengan mencari sumber pasokan untuk pesanannya.


  • Saluran Business-to-Business

Saluran distribusi industri pertama yang bisa digunakan oleh pemasar bisnis adalah saluran pemasaran langsung, yang sangat mirip dengan saluran pertama, tetapi konsumen akhir diganti dengan pelanggan bisnis. Sebagian besar barang industri seperti bahan baku, peralatan, dan komponen dijual melalui saluran bisnis ini. Tidak perlu pedagang grosir atau perantara lainnya di saluran ini karena barangnya dijual dalam jumlah banyak. Dalam hal aksesoris kecil, produsen menjual produk mereka ke pedagang grosir atau distributor industri, yang pada gilirannya menjualnya kepada pelanggan bisnis. Pialang dan agen penjualan juga merupakan perantara umum dalam saluran pemasaran industri.

Refrensi: Reza Zanjirani Farahani., Shabnam Rezapour., Laleh Kardar. 2011. Logistics Operations and Management Concepts and Models. USA

Saturday, 17 February 2018

#TM1Sabtu170218 Pengertian dan Fungsi Manajemen Distribusi

MANAJEMEN DISTRIBUSI


Pengertian: "Distribusi adalah aktivitas pemasaran dalam rangka memudahkan dalam penyampaian atau menyalurkan produk baik barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
Manajemen Distribusi adalah mengembangkan strategi yang searah dengan tujuan perusahaan, berdasarkan pada berbagai keputusan yang berkaitan untuk memindahkan barang-barang fisik maupun non-fisik guna mencapai tujuan perusahaan"
Fungsi:
"-Fungsi Penyediaan Fisik, terkait dengan proses perpindahan barang secara fisik dari produsen ke konsumen.
-Fungsi Pengumpulan, terkait dengan melakukan pengumpulan barang dari beberapa sumber atau beberapa macam barang dari sumber yang sama
-Fungsi Penyimpanan, sebelum barang-barang disalurkan kepada konsumen, barang disimpan terlebih dahulu untuk menjamin keselamatan dan keutuhan barang-barang
-Fungsi Pemilihan, ini dilakukan dengan cara menggolong-golongkan, memeriksa, dan menentukan jenis barang yang disalurkan
-Fungsi Pengangkutan, fungsi pemindahan barang dari tempat barang diproduksi ke tempat barang dikonsumsi
-Fungsi Penjualan, yaitu pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dengan adanya hal ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut
-Fungsi Pembelian, setiap ada penjualan berarti ada kegiatan pembelian, pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut
-Fungsi Penunjang, ialah fungsi yang menunjang terlaksananya fungsi-fungsi yang lain"

Kesimpulan:
Manajemen Distribusi adalah mengembangkan strategi yang searah dengan tujuan perusahaan, berdasarkan pada berbagai keputusan yang berkaitan untuk memindahkan barang-barang fisik maupun non-fisik guna memudahkan dalam penyampaian dan penyaluran produk agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Adapun beberapa fungsi manajemen distribusi, yaitu fungsi penyediaan fisik, fungsi pengumpulan, fungsi penyimpanan, fungsi pemilihan, fungsi pengangkutan, fungsi penjualan, fungsi pembelian dan fungsi penunjang.

Referensi:
Yusuf (18 Februari 2018). Pengertian Distribusi, Saluran, Fungsi, Kegiatan dan Contohnya http://jurnalmanajemen.com/distribusi/
https://plus.google.com/105993107935879319696/posts/YqoWBENytLs
http://www.artikelsiana.com/2014/11/tujuan-tujuan-distribusi-fungsi-fungsi-distribusi.html